Roberth Rouw Dorong Percepatan Program Perumahan MBR
Jakarta, (29/5). Ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi
V DPR RI, Roberth Rouw, pihaknya mendorong percepatan program perumahan bagi
masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui penguatan program Bantuan
Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pembangunan rumah susun, rumah khusus,
hingga optimalisasi pemanfaatan lahan negara untuk hunian rakyat.
“Meningkatkan koordinasi, sinkronisasi, dan
integrasi program perumahan dengan pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, badan
usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung percepatan pembangunan
hunian bagi masyarakat, termasuk pascabencana dan akses pembiayaan bagi MBR,” ujar Roberth dalam Rapat Kerja Komisi V dengan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, di Kompleks
Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Roberth juga meminta Kementerian Perumahan dan
Kawasan Permukiman memperkuat pengawasan internal, tata kelola kelembagaan,
serta monitoring dan evaluasi program agar berjalan efektif, efisien,
transparan, dan akuntabel.
Pengawasan tersebut difokuskan pada program BSPS,
rumah susun, rumah khusus, Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU),
penanganan kawasan kumuh, serta sanitasi yang langsung menyentuh kebutuhan
masyarakat.
“Komisi V DPR RI sepakat mempercepat pelaksanaan
program BSPS dan program perumahan lainnya guna meningkatkan kualitas hunian
masyarakat, mengurangi rumah tidak layak huni, serta mendukung pemerataan
pembangunan kawasan permukiman, khususnya bagi MBR,” tegas legislator Fraksi Partai NasDem itu.
Selain itu, Komisi V meminta percepatan tindak
lanjut rekomendasi BPK RI atas enam laporan hasil pemeriksaan yang mencakup 36
temuan dan 106 rekomendasi, termasuk penguatan pengendalian internal,
optimalisasi pengawasan pekerjaan fisik dan penyaluran bantuan, serta pemulihan
kerugian negara.
Ditekankan juga oleh Roberth, mengenai pentingnya
optimalisasi lahan milik negara untuk pembangunan perumahan guna mengurangi
backlog perumahan nasional, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Pemanfaatan lahan negara untuk pembangunan
perumahan perlu dioptimalkan agar backlog perumahan, khususnya bagi MBR, dapat
ditekan,” pungkasnya. (JHL.7)